|
Sistem Pencatatan Persediaan MYOB |
|
|
|
|
Ditulis Oleh Lily W. Lehmann
|
|
Senin, 05 Januari 2009 |
|
MYOB secara default menerapkan sistem pencatatan metode perpetual dimana setiap persediaan yang masuk dan keluar dicatat di pembukuan, tapi cukup banyak perusahaan yang biasa dan cukup nyaman menggunakan sistem pencatatan dengan metode periodik untuk persediaannya (Periodic Inventory System), bisakah MYOB menerapkan sistem ini?
Ciri dari Periodic Inventory System antara lain :
- Nilai persediaan ditentukan secara fisik melalui proses stock opname
- Harga pokok penjualan adalah nilai : Saldo Awal Persediaan ditambah Pembelian dikurangi Saldo Akhir Persediaan
MYOB bisa dipergunakan untuk menerapkan Periodic Inventory System, dengan menggunakan beberapa trik pembukuan yang cukup mudah dilakukan.
Ada 2 (dua) metode penerapan Periodic Inventory System di MYOB, sesuai dengan format keluaran yang ingin anda hasilkan.
Pertama, adalah bila di Laporan Rugi-laba anda hanya ingin mempergunakan perkiraan Pembelian (Purchases), tanpa perlu menambahkan perkiraan baru lain untuk menerapkan sistem ini. Cara ini cukup sederhana, karena kita hanya perlu menggunakan Jurnal Umum (GJ) untuk melakukan pencatatan Saldo Awal Persediaan dan Saldo Akhir Perkiraan dan memindahkan nilai Persediaan ke perkiraan Persediaan Ditangan (Stock on hand) di setiap awal periode.
Kedua, adalah bila anda ingin juga menampilkan perkiraan Persediaan Awal dan Persediaan Akhir di Laporan Laba Rugi anda, cara ini bisa dilakukan dengan mempergunakan fitur 'Periode ke-13' yang memang telah disediakan oleh MYOB untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian pembukuan.
Saya akan bahas penggunaan kedua metode pencatatan ini pada artikel berikutnya.
|