|
Pertanyaan (Alimuddin): BOM, Harga Pokok dan R/L 2007/08/26 21:25 Hai, Kawan-kawan MYOB-ers, saya sekarang sedang dapat masalah besoar sekali, dan saya ngga tau harus memulai dari mana, karena penerapan MYOB di perusahaan kami cukup complicated, yaitu dengan penggunaan BOM yang bertahap, rata-rata barang jadi kami mempunyai 8 tahap BOM yang saling berkaitan, sehingga kesalahan harga pokok di tahap satu, pada hari itu juga 'menghancurkan' harga pokok yang keluar dari tahap-tahap BOM selanjutnya, DAN INI YANG TERJADI SAAT INI.
Senang sekali dengan sekali browse saya bisa dapat alamat situs ini, mudah-mudahan kawan-kawan bersedia untuk ikut bantu saya.
Saya dan tim, ketiban pulung untuk membenahi masalah yang sudah 1 bulan ini merusak harga pokok semua item persediaan sampai ke laporan rugi laba.
Sampai sekarang saya masih bingung mau ngapain, mulai dari mana dan apakah masalah ini bisa diselesaikan, karena kami harus memperbaiki, sambil data terus digunakan oleh semua bagian, nah apa bisa? tapi kalau minta kawan-kawan di operasional untuk tidak menggunakan program MYOB, juga ngga bisa, pusing ..
Ada usul? asal jangan usul supaya saya mengundurkan diri aja Pak. Jawaban (Igo) : Wah boss, ini bener namanya bencana, kenapa bisa dibiarin sampai 1 bulan? pasti aja semua nilai persediaan jadi berantakan, dan pastinya juga Neraca dan R/L, apalagi dengan BOM yang sampai 8 tahap, kenapa harus sebanyak itu Pak? saya ngga punya usul deh gimana beresinnya.
Usul saya kalau memang fitur manufaktur sangat dibutuhkan untuk dioperasikan secara detil coba pelajari kemungkinan integrasi MYOB anda dengan Ostendo, yang bisa mengambil alih fitur manufaktur, sementara fitur lainnya tetap menggunakan MYOB. Kawan saya ada yang pakai, cukup bagus, tapi juga cukup mahal. Jawaban (Alimuddin) : Iya Pak Igo, memang bencana besar, diketahui bermasalah memang setelah agak terlambat, dan setelah tahu ada masalah semua bingung bagaimana mengatasinya, dan dibiarkan berlarut-larut, dan terus digunakan, sampai sekarangpun masih berjalan untuk operasional, hanya laporan keuangan dibuat secara manual.
Sekedar Informasi saya bukan dari bagian Akunting tapi staff IT, jadi saya kurang mengerti kenapa harus 8 tahap, dll.
Tim saya sudah usul untuk menghentikan penggunaan selama perbaikan atau membangun data baru, tapi dua-duanya ditolak, Buntuuuuuu.
Kalau boleh saya minta no telp. atau e-mail kawan Bapak yang pakai ostendo. Jawaban (Soetan) : Salam kenal pak Alimuddin, saya mengerti kesulitan yang Bapak alami, dan saya juga mengerti kenapa Boss anda ingin anda memperbaiki sambil data tetap digunakan.
Anda bisa melakukan perbaikan data sambil berjalan, sebaiknya minta kawan-kawan dari akunting untuk gabung di tim anda, banyak pertimbangan akunting diperlukan dalam proses perbaikan nanti.
Prinsipnya anda harus melakukan perbaikan dari awal alur proses transfer harga pokok, pastikan seluruh 'kondisi' masing-masing tahap telah benar dan baru anda melangkah ke tahap berikutnya.
Pertama, coba perhatikan 'awal' dari proses transfer harga pokok, yaitu pembelian, sepanjang pengalaman saya, masalah seperti yang anda hadapi sebagian besar terjadi di sini, apalagi kalau anda menggunakan 'konversi' atas satuan pembelian ke satuan persediaan (lihat 'number of items per ....' di item information > buying detail), hindari kesalahan berikutnya dengan membuat 'daftar konversi tercetak' sebagai pegangan bagi bagian purchasing, dan minta bagian akunting untuk melakukan verifikasi atas pembelian secara harian, untuk meminimalisir atau menghilangkan kesalahan penggunaan satuan beli dan harga beli satuan.
Selanjutnya, lakukan adjustment terhadap 'average cost' masing-masing bahan baku, ingat'jangan lakukan tahap ini sebelum anda melakukan tahap pertama di atas'. karena average cost dari bahan baku akan 'rusak' lagi dengan adanya pembelian dengan nilai yang tidak terkontrol secara baik. Anda bisa lakukan dengan menggunakan fungsi 'Adjust Inventory', minta bagian akunting untuk menentukan perkiraan (account) penyesuaian untuk masing-masing jenis bahan baku.
Selanjutnya, atau bersamaan dengan proses di atas, lakukan review atas Bill of Material (BOM) dari proses produksi tahap 1 (paling awal), perbaiki kesalahan dalam BOM, bila telah dipastikan semua BOM tahap ini tidak bermasalah, lakukan adjustment terhadap nilai average cost masing-masing item, dan kemudian anda dapat melangkah ke tahap produksi berikutnya.
Lakukan hal yang sama untuk tahap produksi selanjutnya. INGAT : jangan melakukan adjustment nilai harga pokok (average cost) sebelum memastikan tidak ada kesalahan pada BOM, karena nilai harga pokok anda akan kembali 'rusak' dengan hanya satu transaksi auto-build saja, dan dengan segera akan merusak kembali average cost item pada level selanjutnya.
Sebaiknya bentuk beberapa tim untuk bekerja pada 'cabang' alur produksi lainnya untuk mempercepat proses perbaikan data.
Dengan mengikuti prinsip di atas, perbaikan dapat anda lakukan sambil berjalan.
Kalau ada hal yang kurang jelas, silakan post lagi di topik ini.
Salam. Artikel merupakan salinan tanya jawab di forum Untuk melihat post asli silakan klik di sini Post ini diangkat menjadi artikel, karena dianggap perlu dibaca pengguna MIC lainnya.
|